Dalam bahasa Sunda, terdapat tata kecap (kata) berupa kaidah atau aturan untuk membangun suatu kata atau dikenal dengan istilah morfologi. Tata Kecap merupakan bagian dalam tata bahasa sunda yang berkaitan dengan perubahan kata, cara membangun, arti, dan jenis kata. Selain itu, tata kecap juga berkaitan dengan tata suara (dari segi susunan) dan tata kalimat (dari segi penggunaan) dalam bahasa Sunda.
Tata kecap merupakan penerus dari tata suara yang dibangun oleh morfem-morfem yang pada dasarnya dibangun oleh urutan suara-suara. Kajian ini berkaitan dengan ilmu morfofonologi atau morfofonemik. Begitupun dalam sintaksis, tata kecap dapat dipakai untuk memberikan ciri pada suatu kalimat sehingga dapat dibedakan misalnya kalimat aktif dan kalimat pasif. Contoh:
Kuring meuli baju. / Saya membeli baju. (Kalimat aktif)
Baju dibeuli ku kuring. / Baju dibeli oleh saya. (Kalimat pasif)
Perbedaan antara kalimat aktif dengan kalimat pasif yaitu dari pembentuk kata yang menjadi pokok cerita. Jenis kata dalam bahasa sunda diantaranya:
- Kata (Kecap)
- Wangenan Kecap
- Pangwangun Kecap
- Pangwuwuh Kecap
- Wangunan Kecap
- Warna Kecap
- Kecap Barang (Nomina)
- Kecap Pagawean (Verba)
- Kecap Sifat (Adjektiva)
- Kecap Bilangan (Numeralia)
- Kecap Pancen (Partikel)