Kata (Kecap) dalam bahasa Sunda dibangun oleh unsur-unsur yang disebut morfem (satu atau lebih morfem). Kata yang dibangun oleh satu morfem disebut kata dasar (Kecap Salancar). Sedangkan kata yang dibangun oleh dua atau lebih morfem disebut kata bentukan (Kecap Rekaan). Morfem merupakan pembangun bahasa paling kecil yang memiliki arti leksikal ataupun gramatikal. Contoh kata meuli (membeli) dibangun oleh dua morfem yaitu leksikal yang berarti “menukar barang dengan uang” dan gramatikal yang mengubah huruf asal N- dengan M- yang berarti “melakukan suatu pekerjaan”.
Jenis morfem dalam bahasa Sunda terbagi menjadi tiga diantaranya:
- Morfem bebas yaitu morfem yang berdiri sendiri dan bisa langsung membentuk kata (sering disebut kata dasar) dalam suatu kalimat contohnya kata baju, kuring, pasar.
- Morfem madyabebas yaitu morfem yang memiliki arti leksikal dan gramatikal serta menjadi dasar pembangun kata yang meliputi bagal kecap (cokot, sepak, tajong), klitik (pun-, sim-, tuang-), dan partikel atau kecap pancen (di, ka, arek).
- Sedangkan untuk morfem kauger yaitu morfem yang tidak bisa berdiri sendiri dalam susunan kalimat sehingga membutuhkan morfem lainnya.
Berikut gambaran umum pembagian jenis morfem dalam bahasa Sunda:
Sumber: D. Sudaryat, Yayat, A. Prawirasumantri, and K. Yudibrata, Tata Basa Sunda Kiwari. Bandung: Yrama Widya, 2013.