Menu Close

Sekolah Internet Komunitas

Sebelumnya, Saya tidak mengetahui bagaimana konsep Sekolah Internet Komunitas yang dibuat oleh Common Room. Saya hanya diajak rekan untuk mengikuti kegiatan rapat online (karena PPKM) yang katanya “Ini bisa digunakan untuk laporan Tridarma”. Sepintas dipikiran saya, dari kegiatan tersebut saya bisa mendapatkan sertifikat untuk laporan kegiatan semesteran. Lepas itu, saya mengikuti pertemuan yang isinya membahasa konsep materi yang akan disampaikan kepada masyarakat yang memiliki beragam latar pendidikan. Dari sini, saya mulai sadar bahwa tidak sedikit masyarakat disekitar yang bisa merasakan pendidikan hingga perguruan tinggi.

Saat ini, teknologi informasi dan komunikasi semakin populer dan banyak diterapkan pada berbagai asepk kehidupan. Tetapi, jika kita dibandingkan infrastruktur pendukung antara pedesaan dan perkotaan tentu sangat jauh berbeda. Hampir seluruh pedesaan di wilayah Indonesia ini banyak dikelilingi gunung-gunung yang membentang dari sabang hingga merauke. Tentunya hal ini sangat berdampak pada pemerataan tersebarnya fasilitas TIK untuk kebermanfaatan yang bisa dirasakan oleh masyarakat.

Sekolah Internet Komunitas (SIK) bertujuan untuk mengembangkan dan memanfaatkan infrastruktur internet berbasis komunitas di wilayah pedesaan dan tempat terpencil. SIK hadir sebagai pendukung masyarakat yang tertarik akan penerapan TIK serta infrastrukturnya untuk meningkatkan kualitas dan kemampuan masyarakat “awam” untuk dapat memperbaiki taraf hidup dan mendongkrak kebutuhan ekonomi yang semakin hari mengalami perubahan.

Untuk itu, kerjasama yang dibangun antara Common Room, ICT Watch, Relawan TIK, Institut Teknologi Garut (ITG), Komite Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPCPEN), serta Pusat Studi Kebijakan Desentralisasi dan Pembangunan Partisipatif UNPAD bisa menghasilkan luaran berupa buku saku panduan yang bisa dimanfaatkan oleh siapa saja masyarakat yang berminat untuk memulai dalam penerapan dan pengembangan infrastruktur di pedesaan. Luaran tersebut diantaranya:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *