Rinéka Sora atau gejala fonologis erat kaitannya dengan perubahan suara baik itu vokal maupun konsonan. Perubahan suara dapat terjadi akibat hilang, bertambah, atau berpindahnya fonem tersebut dari suatu kata. Rineka Sora terbagi menjadi lima jenis diantaranya:
1. Sirnaan
Sirnaan adalah jenis Rinéka Sora yang dibangun dengan cara menghilangkan beberapa foném dari suatu kata baik itu di awal, ditengah, atau di akhir kata. Dalam hal ini, sirnaan dibagi menjadi tiga bagian yaitu sirnapurwa, sirnamadya, dan sirnawekas.
- Sirnapurwa (Aférésis) yaitu hilangnya foném diawal kata. Contohnya:
- /examen/ — /samen/
- /ksatria/ — /satria/
- Sirnamadya (Sinkope) yaitu hilangnya foném ditengah kata. Contohnya:
- /banderol/ — /banrol/
- /officier/ — /opsir/
- Sirnawekas (Apokope) yaitu hilangnya foném diakhir kata. Contohnya:
- /benzine/ — /bensin/
- /president/ — /presiden/
2. Swarabakti
Swarabakti yaitu jenis Rinéka Sora yang dibangun dengan cara menambahkan fonem pada suatu kata baik itu di awal, ditengah, atau di akhir. Sama halnya dengan Sirnaan, Swarabakti pun memiliki tiga jenis yaitu:
- Swarabakti awal (protésis) yaitu hilangnya foném diawal kata. Contohnya:
- /stri/ — /istri/
- /stal/ — /istal/
- Swarabakti tengah (épétésis) yaitu hilangnya foném ditengah kata. Contohnya:
- /blok/ — /belok/
- /trommel/ — /torombol/
- Swarabakti akhir (paragoge) yaitu hilangnya foném diakhir kata. Contohnya:
- /bank/ — /bangku/
- /method/ — /metode/
3. Bagentén
Bagentén atau disebut alternan yaitu bergantinya suara yang dibangun dengan cara mengganti satu foném dengan foném lainnya baik vokal maupun konsonan. Contohnya:
- Kaidah Vokal
- Vokal /u/ berganti menjadi vokal /o/, /e/, dan /a/. Contoh: /surung/ — /sorong/, /pungkur/ — /pengker/, /sebut/ — /sebat/
- Vokal /a/ berganti menjadi /i/, /é/, /u/. Contoh: /utama/ — /utami/, /begang/ — /begéng/ atau /begung/
- Vokal /i/ atau /o/ berganti menjadi /é/. Contohnya: /itung/ — /étang/, /nongtot/ — /néngtét/
- Vokal /eu/ berganti menjadi /e/. Contoh: /heueuh/ — /heeh/
- Vokal /eu/ berganti menjadi /é/. Contoh: /ceuk/ — /cek/, /heug/ — /hég/
- Kaidah Konsonan
- /belas/ — /welas/
- Konsonan /k/ berganti menjadi /g/ atau /r/. Contohnya: /kumasep/ — /gumasep/, /wara/ — /wara/
- Konsonan /h/ berganti menjadi /s/. Contohnya: /heug/ — /seug/
- Konsonan /r/ berganti menjadi /d/, /l/, /c/ atau /b/. Contohnya: /iser/ — /ised/, /raris/ — /laris/, /ragap/ — /cagap/, /ruhun/ — /buhun/
4. Métatésis
Metatesis yaitu jenis Rinéka Sora yang dibangun dengan cara menukarkan tempat fonem didalam suatu kata. contoh: /aduy/ — /ayud/, dalu — ladu, /léor/ — /réol/
5. Asimilasi
Asimilasi yaitu jenis Rinéka Sora yang dibangun dengan cara menyamakan foném yang berbeda kepada foném dibelakangnya. Biasanya ada diantara foném yang hampir sama pengucapannya seperti /b/ dengan /m/, /d/ dengan /n/, serta /g/ dengan /ng/. contoh: /gambar/ — /gamar/, /kadéron/ — /kanéron/, /sanggup/ — /sangup/.