Menu Close

Tata Basa Sunda

Istilah tata bahasa memiliki arti luas dan sempit. Dalam arti luas, tata bahasa sering disamakan dengan sistem atau kaidah bahasa yaitu aturan-aturan yang menyatukan suara dan artinya. Dalam arti sempit, tata bahasa hanya sebatas tata kata dan kalimat. Sistem baha memiliki beberapa subsistem diantarnya tata suara (sora), tata kata (kecap), tata kalimat (kalimah), dan tata wacana. Subsistem tersebut berkaitan dengan tata arti (semantik).

Tata sora disebut juga sebagai ilmu suara (fonologi), kajiannya yaitu tentang cara membangun suara (fonetik) dan cara menata suara (fonemik) dimana subsistem ini erat kaitannya dengan tata aksara (grafemik, grafolofi) yang mengkaji tentang aksara dan ejaan. Tata kecap (morfologi) mengkaji tentang bentuk kata, sedangkan tata kalimah (sintaksis) mengkaji bentuk kalimat.

Bentuk bahasa dikaitkan dengan bagaimana cara menggunakan bahasa, baik secara lisan (bercerita atau mendengarkan) maupun tulisan (menulis dan mebaca) dengan kaidah khusus yang disebut pragmatik. Kaidah ini dipakai setelah menentukan cocok dan tidaknya bentuk bahasa dan pemakaiannya dalam satu konteks situasi yang menentukan benar dan tidaknya komunikasi bahasa. Pragmatik melibatkan unsur bahasa yang paling luas yang disebut wacana.

Sumber: Sudaryat, Y. Prawirasumantri, A. Yudibrata, K. Tata Basa Sunda Kiwari. Yrama Widya, 2013. Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *