Menu Close

Tata Suara Dalam Basa Sunda

Kegunaan utama bahasa adalah alat untuk bergaul dan berkomunikasi di masyarakat. Dalam proses komunikasi, bahasa yang digunakan biasanya berupa bahasa dalam bentuk lisan (suara) dan tulisan (aksara). Bahasa dalam bentuk suara bersifat ganda yaitu suara ucap (parole) dan suara pikir (langue). Ilmu yang mempelajari tata suara disebut fonetik, sedangkan ilmu yang mempelajari perbedaan arti dari kata yang diucapkan disebut fonemik yang keduanya merupakan bagian dari ilmu fonologi (phonology).

Fonem dalam bahasa sunda memiliki banyak ucapan sesuai dengan katanya dan biasanya tidak membedakan arti. Fonem adalah suara yang terdengar berbeda ataupun mirip serta bisa memiliki arti kata yang berbeda. Misalnya:

  • batak
  • batik
  • batuk
  • batek
  • batok

Kelima kata tersebut disebut fonem dikarenakan memiliki pola yang sama serta suara yang terdengar mirip (hanya berbeda huruf vokal) tetapi memiliki arti berbeda.

Fonem berbeda dengan grafem, dimana fonem berkaitan dengan suara dari perkataan yang dipakai oleh lisan sedangkan grafem berkaitan dengan lambang fonem berupa aksara dalam bentuk tulisan. Dalam bahasa sunda terdapat lambang Vokal dan Konsonan yang sering dipakai dalam komunikasi, seperti yang tersaji dalam tabel berikut ini:

Grafemisaiuéoeeu
Fonemisaiuεoeeu
FontisaiuεoeÖ
Lambang Vokal

Grafemiskgngcjnytpbmyrlwdnsh
Fonemiskgengcjenytpbmyrlwdnsh
Fontiskgŋcjtpbmyrlwdnsh
Lambang Konsonan

Jika digabungkan, fonem-fonem ini akan membentuk pola Suku Kata dalam untaian hurup Vokal (V) atau Konsonan (K) serta terbagi menjadi lima macam yaitu ekasuku, dwisuku, trisuku, catursuku, dan pancasuku. Contoh:

Ekasuku: ka (KV)
Dwisuku: adi (V-KV)
Trisuku: awewe (V-KV-KV)
Catursuku: jatukrami (KV-KV-KKV-KV)
Pancasuku: balakasikang (KV-KV-KV-KV-KVK)

Sumber:

Sudaryat, Y. Prawirasumantri, A. Yudibrata, K. Tata Basa Sunda Kiwari. Yrama Widya, 2013. Bandung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *