Dalam kalimat paling kecil, suatu kata memiliki bentuk atau susunan tertentu yaitu berupa wujud kata yang dibentuk dari morfem. Kata yang dibentuk oleh satu morfem bebas disebut kata daasar (Kecap Salancar) Dalam kalimat paling kecil, suatu kata memiliki bentuk atau susunan tertentu yaitu berupa wujud kata yang dibentuk dari morfem. Kata yang dibentuk oleh satu morfem bebas disebut Kata Dasar (Kecap Salancar), sedangkan kata yang dibentuk oleh dua atau lebih morfem disebut kecap bentukan (Kecap Rekaan). Dalam bahasa Sunda, Kecap Rekaan dibagi kedalam empat bentuk yaitu Kecap Rundayan (Kata Berimbuhan), Kecap Rajekan (Kata Ulang), Kecap Kantetan (Kata Gabungan), dan Kecap Wancahan (Kata Singkatan).
Pada gambar tersebut, terlihat bahwa Kecap Rajekan dibagi kedalam empat bentuk dimana dari keempat bentuk tersebut dapat digunakan imbuhan (Rundayan) yang membubuhi bentuk kata tersebut.
A. Kecap Salancar (Kata Dasar)
Kecap Salancar yaitu kata yang dibangun oleh satu morfem dasar bebas tanpa perubahan apapun. Proses membangun kata dasar dalam bahasa Sunda disebut ngarekamaya. Dalam bahasa Sunda, suatu kata terdiri dari susunan suku kata (syllable) sehingga dalam kata dasar memiliki susunan satu sampai lima suku kata atau engang yaitu:
- eka-suku, contoh: ah, dug, jung, dll.
- dwi-suku, contoh: u-cing (kucing), di-uk (duduk), kor-si (kursi), dll.
- tri-suku, contoh: a-we-we (perempuan), o-lo-hok (heran), dll.
- catur-suku, contoh: ba-ra-ka-tak (terbahak-bahak), dll.
- panca-suku, contoh: bo-lo-ko-ton-do (wereng), ba-la-ka-si-kang, dll.
B. Kecap Rundayan (Kata Berimbuhan)
Kecap Rundayan yaitu kata yang dibangun dengan cara membubuhkan afiks (rarangken). Contoh: dibaca, tinulis, karangan, dll.
C. Kecap Rajekan (Kata Ulang)
Kecap Rajekan yaitu mengulangi kata dasar. Bentuk kata terbagi kedalam beberapa bagian seperti yang ditunjukkan pada gambar berikut.
Contoh: Bapa-bapa, tujang-tajong, plak-plik-pluk, dll.
D. Kecap Kantetan (Kata Gabungan)
Kecap Kantetan yaitu menggabungkan dua kata atau lebih, sehingga membentuk satu kesatuan yang mengandung arti baru. Kata yang dibentuk dengan cara ini dinamai kata majemuk atau kata gabungan yang mana terbagi kedalam dua jenis yaitu: Rakitan Dalit (Kompositum) dan Rakitan Angang (Aneksi). Contoh: Panonpoe (matahari), kacapiring (piring), Indung Bapa, Panon Hideung, dll.
E. Kecap Wancahan (Kata Singkatan)
Kecap Wancahan yaitu menyingkatkan dua kata atau lebih sehingga menjadi kata singkatan atau akronim.
Contoh: RRI, Diknas, dll.