Sesuai dengan namanya, Open System Interconnection (OSI) Layer, merupakan lapisan – lapisan yang dilewati oleh paket data. Proses transmisi melewati OSI layer ini terjadi setiap kali paket data akan ditransmisikan, dari server menuju client. Jadi, apabila bisa dilihat secara kasat mata, OSI layer terdapat di dalam computer server dan juga komputer client.
Perbedaan OSI dengan TCP/IP
| OSI Layer | TCP / IP |
| Model OSI memberikan perbedaan yang jelas antara antarmuka, layanan, dan protokol. OSI menggunakan lapisan jaringan untuk menentukan standar dan protokol perutean. Model OSI menggunakan dua lapisan fisik dan tautan data terpisah untuk menentukan fungsionalitas lapisan bawah. Model OSI, lapisan transport hanya berorientasi pada koneksi. Dalam model OSI, lapisan tautan data dan fisik adalah lapisan yang terpisah. Ukuran minimum header OSI adalah 5 byte. | TCP/IP tidak menawarkan titik pembeda yang jelas antara layanan, antarmuka, dan protokol. TCP/IP hanya menggunakan lapisan internet. TCP/IP hanya menggunakan satu lapisan (tautan). Lapisan model TCP/IP adalah berorientasi koneksi dan tanpa koneksi. Dalam lapisan tautan data TCP dan lapisan fisik digabungkan sebagai lapisan host-ke-jaringan tunggal. Ukuran header minimum adalah 20 byte. |
Sebagai contoh penerapan, kita sering mengirim email kepada client yang mana prosesnya akan melewati tujuh lapisan OSI layer tersebut seperti ilustrasi pada gambar berikut ini.
Selain itu, ISO OSI Layer sangat berpengaruh pada konsep web statis dan web dinamis.
| Web Statis | Web Dinamis |
| Konten bawaan sama setiap kali halaman dimuat. Menggunakan kode HTML untuk mengembangkan situs web. Mengirimkan respons yang persis sama untuk setiap permintaan. Konten hanya diubah ketika seseorang menerbitkan dan memperbarui file (mengirimnya ke server web). Fleksibilitas adalah keuntungan utama dari situs web statis. | Konten dihasilkan dengan cepat dan berubah secara teratur. Ini menggunakan bahasa sisi server seperti PHP, SERVLET, JSP, dan ASP.NET dll. untuk mengembangkan situs web. Ini dapat menghasilkan HTML yang berbeda untuk setiap permintaan. Halaman berisi kode “Side Server” yang memungkinkan server menghasilkan konten unik saat halaman dimuat. Content Management System (CMS) adalah keunggulan utama dari website dinamis. |
Baik Web statis maupun Web dinamis, memerlukan tempat penyimpanan yang berfungsi untuk berbagai tujuan salah satunya sebagai mesin Server (Web Server).
Web Server adalah perangkat lunak server, atau sistem dari satu atau lebih komputer yang didedikasikan untuk menjalankan perangkat lunak yang dapat memenuhi permintaan HTTP klien di WWW publik atau juga di LAN dan WAN pribadi. Web server lebih mengacu pada perangkat lunak yang mendukung HTTP Request. Contoh aplikasi Web Server:
- Apache Web Server (Apache Foundations)
- Internet Information Services (IIS Microsoft, Corp.)
- NGINX (NGINX, Inc.)
- GWS (Google, Inc.)
Dalam jaringan internet selalu terdapat dua sisi yang saling mendukung, yaitu:
- Server: penyedia berbagai layanan termasuk web. Layanan web ditangani oleh sebuah aplikasi bernama web server.
- Client: bertugas mengakses informasi yang disediakan oleh server. Pada layanan web, client dapat berupa web browser.
Contoh tampilan dan perbedaan web statis dan dinamis:
Selain itu, beberapa teknologi baik hardware maupun software pendukung lainnya memiliki cara kerja berbeda-beda sesuai dengan lapisan yang digunakan. Dalam hal ini, OSI layer memiliki peran penting untuk membangun suatu jaringan internet yang mendukung keamanan siber (cyber security). Contoh gambaran penggunaan OSI layer dengan software dan hardware pendukung dalam jaringan internet.
Sumber: